TUTORIAL

CNT-121-DH-TSM

Kapasitor

Kapasitor

Kapasitor (Kondensator)

Kapasitor (Kondensator) yang dalam rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf Cadalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kapasitor ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867). Satuan kapasitor disebut Farad (F). Satu Farad = 9 x 1011 cm2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut.

Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan.

prinsip.jpg

1.1. Kapasitansi

Kapasitansi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan rumus dapat ditulis :

Q = C V

Q = muatan elektron dalam C (coulombs)

C = nilai kapasitansi dalam F (farad)

V = besar tegangan dalam V (volt)

Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumus dapat di tulis sebagai berikut :

C = (8.85 x 10-12) (k A/t)

Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik yang disederhanakan.

7.jpg

Untuk rangkaian elektronik praktis, satuan farad adalah sangat besar sekali. Umumnya kapasitor yang ada di pasaran memiliki satuan : µF, nF dan pF.

1 Farad = 1.000.000 µF (mikro Farad)

1 µF = 1.000.000 pF (piko Farad)

1 µF = 1.000 nF (nano Farad)

1 nF = 1.000 pF (piko Farad)

1 pF = 1.000 µµF (mikro-mikro Farad)

1 µF = 10-6 F

1 nF = 10-9 F

1 pF = 10-12 F

Konversi satuan penting diketahui untuk memudahkan membaca besaran sebuah kapasitor. Misalnya 0.047µF dapat juga dibaca sebagai 47nF, atau contoh lain 0.1nF sama dengan 100pF.

Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.

Kapasitor

Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju yang sering disebut kapasitor (capacitor).

Kapasitor

2.2 Wujud dan Macam Kondensator

Berdasarkan kegunaannya kondensator di bagi menjadi :

1. Kondensator tetap (nilai kapasitasnya tetap tidak dapat diubah)

2. Kondensator elektrolit (Electrolit Condenser = Elco)

3. Kondensator variabel (nilai kapasitasnya dapat diubah-ubah)

Pada kapasitor yang berukuran besar, nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka yang jelas. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya. Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 100µF25v yang artinya kapasitor/ kondensator tersebut memiliki nilai kapasitansi 100 µF dengan tegangan kerja maksimal yang diperbolehkan sebesar 25 volt.

Kapasitor yang ukuran fisiknya kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja. Jika hanya ada dua angka, satuannya adalah pF (pico farads). Sebagai contoh, kapasitor yang bertuliskan dua angka 47, maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF. Jika ada 3 digit, angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal, sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya, berturut-turut 1 = 10, 2 = 100, 3 = 1.000, 4 = 10.000, 5 = 100.000 dan seterusnya.

Contoh :

6.jpg

Untuk kapasitor polyester nilai kapasitansinya bisa diketahui berdasarkan warna seperti pada resistor.

5.jpg

Contoh :

14.jpg

Seperti komponen lainnya, besar kapasitansi nominal ada toleransinya. Pada tabel 2.3 diperlihatkan nilai toleransi dengan kode-kode angka atau huruf tertentu. Dengan tabel tersebut pemakai dapat dengan mudah mengetahui toleransi kapasitor yang biasanya tertera menyertai nilai nominal kapasitor. Misalnya jika tertulis 104 X7R, maka kapasitansinya adalah 100nF dengan toleransi +/-15%. Sekaligus diketahui juga bahwa suhu kerja yang direkomendasikan adalah antara -55Co sampai +125Co .

81.jpg


Dari penjelasan di atas bisa diketahui bahwa karakteristik kapasitor selain kapasitansi juga tak kalah pentingnya yaitu tegangan kerja dan temperatur kerja. Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Misalnya kapasitor 10uF25V, maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc. Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC. Sedangkan temperatur kerja yaitu batasan temperatur dimana kapasitor masih bisa bekerja dengan optimal. Misalnya jika pada kapasitor tertulis X7R, maka kapasitor tersebut mempunyai suhu kerja yang direkomendasikan antara -55Co sampai +125Co. Biasanya spesifikasi karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat di dalam datasheet.

2.3. Rangkaian Kapasitor

Rangkaian kapasitor secara seri akan mengakibatkan nilai kapasitansi total semakin kecil. Di bawah ini contoh kapasitor yang dirangkai secara seri.

9.jpg

Pada rangkaian kapasitor yang dirangkai secara seri berlaku rumus :

10.jpg

Rangkaian kapasitor secara paralel akan mengakibatkan nilai kapasitansi pengganti semakin besar. Di bawah ini contoh kapasitor yang dirangkai secara paralel.

11.jpg

Pada rangkaian kapasitor paralel berlaku rumus :

12.jpg

2.4. Fungsi Kapasitor

Fungsi penggunaan kapasitor dalam suatu rangkaian :

1. Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain (pada PS = Power Supply)

2. Sebagai filter dalam rangkaian PS

3. Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian antenna

4. Untuk menghemat daya listrik pada lampu neon

5. Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila dipasang pada saklar

2.5. Tipe Kapasitor

Kapasitor terdiri dari beberapa tipe, tergantung dari bahan dielektriknya. Untuk lebih sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu kapasitor electrostatic, electrolytic dan electrochemical.

  • Kapasitor Electrostatic

Kapasitor electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik, film dan mika. Keramik dan mika adalah bahan yang popular serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil. Tersedia dari besaran pF sampai beberapa µF, yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. Termasuk kelompok bahan dielektrik film adalah bahan-bahan material seperti polyester (polyethylene terephthalate atau dikenal dengan sebutan mylar), polystyrene, polyprophylene, polycarbonate, metalized paper dan lainnya.

Mylar, MKM, MKT adalah beberapa contoh sebutan merek dagang untuk kapasitor dengan bahan-bahan dielektrik film. Umumnya kapasitor kelompok ini adalah non-polar.

  • Kapasitor Electrolytic

Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan – di badannya. Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas, adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutub positif anoda dan kutub negatif katoda.

Telah lama diketahui beberapa metal seperti tantalum, aluminium, magnesium, titanium, niobium, zirconium dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan metal-oksida (oxide film). Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui proses elektrolisa, seperti pada proses penyepuhan emas. Elektroda metal yang dicelup ke dalam larutan elektrolit (sodium borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif (katoda). Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidasi permukaan plat metal. Contohnya, jika digunakan Aluminium, maka akan terbentuk lapisan Aluminium-oksida (Al2O3) pada permukaannya.

13.jpg

Dengan demikian berturut-turut plat metal (anoda), lapisan-metal-oksida dan electrolyte (katoda) membentuk kapasitor. Dalam hal ini lapisan-metal-oksida sebagai dielektrik. Dari rumus (2) diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal dielektrik. Lapisan metal-oksida ini sangat tipis, sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar.

Karena alasan ekonomis dan praktis, umumnya bahan metal yang banyak digunakan adalah aluminium dan tantalum. Bahan yang paling banyak dan murah adalah aluminium. Untuk mendapatkan permukaan yang luas, bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansinya besar. Sebagai contoh 100uF, 470uF, 4700uF dan lain-lain, yang sering juga disebut kapasitor elco.

Bahan electrolyte pada kapasitor tantalum ada yang cair tetapi ada juga yang padat. Disebut electrolyte padat, tetapi sebenarnya bukan larutan electrolit yang menjadi elektroda negatif-nya, melainkan bahan lain yaitu manganese-dioksida. Dengan demikian kapasitor jenis ini bisa memiliki kapasitansi yang besar namun menjadi lebih ramping dan mungil. Selain itu karena seluruhnya padat, maka waktu kerjanya (lifetime) menjadi lebih tahan lama. Kapasitor tipe ini juga memiliki arus bocor yang sangat kecil Jadi dapat dipahami mengapa kapasitor Tantalum menjadi relatif mahal.

  • Kapasitor Electrochemical

Satu jenis kapasitor lain adalah kapasitor electrochemical. Termasuk kapasitor jenis ini adalah battery dan accu. Pada kenyataannya battery dan accu adalah kapasitor yang sangat baik, karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor (leakage current) yang sangat kecil. Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil dan ringan, misalnya untuk aplikasi mobil elektrik dan telepon selular.


DOWNLOAD KAPASITOR


About these ads

3 November 2007 - Posted by | Elektronika | , , , , , ,

70 Komentar »

  1. ARTIKEL CUKUP LENGKAP BUAT NGAJAR SISWA TRIMS

    Komentar oleh amin muslih | 12 April 2008 | Balas

    • makasih

      Komentar oleh radhi | 28 Maret 2010 | Balas

    • sama-sama…be sukses okkey…

      Komentar oleh lily | 5 Agustus 2010 | Balas

  2. terima kasih….cuma masih ada yang belum saya dapat yaitu bagaimana capasitor berfungsi sebagai peningkat daya

    Komentar oleh usman | 22 April 2008 | Balas

  3. YA ALHAMDULILLAH LUMAYAN LENGKAP HITUNG-HITUNG BWT NAMBAHIN MATERI NAD CATATAN

    Komentar oleh NOVI WIDYAWATI | 30 April 2008 | Balas

  4. ttrims ini cukup lengkap buwat belajar……

    Komentar oleh adi | 8 Juli 2008 | Balas

  5. saya mau tau lagi pengaruh pemasangan kapasitor dalam instasi kelistrikan rumah…

    berdasarkan percobaan yang pernah kami lakukan, pemasangan sejenis kapasitor pada instalasi listrik di rumah, apabila pengunaan beban tidak sesuai dengan spesifikasi kapasitornya akan menaikkan arus sehingga putaran KWH Meter semakin bertambah seiring pertambahan arusnya…

    tapi apabila beban yang digunakan sesuai spesifikasi kapsitornya memang akan menurunkan arus hampir 50 % sehingga putaran KWH pun turun sehingga akan menghemat penggunaan listrik…

    bagaimana cara menbuat kapasitor berkapasitas untuk memenuhi kebutuhan daya sebesar 900 VA saja…

    mohon panduannya……

    Komentar oleh ferry | 25 Juli 2008 | Balas

    • diperlukan amhere regulator agar fungsi capacitor efektif, karena bila pemakaian listrik (amphere) sedang dalam kondisi terlalu kecil, capacitor itu sendiri malah akan menjadi beban (menambah konsumsi listrik), regulator itu semacam amphere control, di setel pada kisaran tertentu, agar apabila pemakaian listrik naik maka alat iru akan mengaktifkan capacitor.

      Komentar oleh Cha | 23 Februari 2011 | Balas

  6. Saya sebagai seorang pelajar di SMKN NEGERI 2 TSM,merasa sangat terbantu sekali dengan imformasi ini,apalagi sebagai seorang yang menggeluti bidang Audio Video.Saya coba mau ngasih saran,gimana kalau imformasi ini di bukukan dan coba kasihkan atau jual ke sekolah yang benar2 butuh…! Makasih banyak…

    Komentar oleh Dodo | 31 Agustus 2008 | Balas

  7. Wah bagus artikelnya…

    Komentar oleh yudhi | 10 September 2008 | Balas

    • notanya lengkap….

      Komentar oleh lily | 5 Agustus 2010 | Balas

  8. saya sudah coba pake kapasitor 100 uF 400 volt. hasilnya putaran kwh makin kenceng dan kapasitornya panas, apa ada yang salah atau kapasitornya ngak sesuai dengan beban saya punya yaa?… mohon pencerahaanya dong… thx

    Komentar oleh zaky | 28 Oktober 2008 | Balas

  9. apa aja sih manfaat dan kegunaan kapasitor itu. jelaskan 8 contohnya

    Komentar oleh inri | 9 November 2008 | Balas

  10. sistem kerja kapasitor pada perapian mobil

    Komentar oleh inri | 9 November 2008 | Balas

  11. lumayan tapi kurang lengkap gambarnya……..

    Komentar oleh rivki | 26 November 2008 | Balas

  12. 1 lg bisa ga ngasih kapsitor yg mungkin bwat nyimpen kuat arus yang d hasilkan oleh energi kilak….klo kapasitor g ada yg kaya gtu…mohon bantuanya bwa cari2 alatnya yt……blum ada yg bs…hehe bwat tas

    Komentar oleh rivki | 26 November 2008 | Balas

  13. Makasih ya, semua ni sgt mmbntu sy..

    Komentar oleh irfanshiro | 22 Desember 2008 | Balas

  14. Wah, lengkap sekali tutorialnya, akan saya simpan deh..
    Mengenai kapasitor, jadi ingat mainan mobil remote anak saya, dalam motor penggerak rodanya ada kapasitor keramik dg kode nilai 103, saya pernah mencoba untuk meghilangkan kapasitor tersebut ternyata putaran motornya jadi tersendat2.
    Yang ingin saya tanyakan adalah apa fungsi kapaasitor pada motor tersebut? Apakah Nilai kapasitor berpengaruh pada kecepatan putaran motor penggerak tadi? Seandainya berpengaruh, apakah nilai kapasitansinya diperbesar atau judtru diperkecil?

    Komentar oleh Sukmo | 1 Januari 2009 | Balas

  15. kuq yuank induktansi silang gax ada c….

    T_T

    Komentar oleh echayouwghea | 2 Februari 2009 | Balas

  16. maksih buuuanget ya mas artikelnya. smoga amalx berjlan trus. amin. n sukses selalu

    Komentar oleh rengga | 6 Februari 2009 | Balas

  17. thanks…………..ya
    buat artikelnya……..
    sukses selalu…………

    Komentar oleh teo | 20 Maret 2009 | Balas

    • okey..nya,..

      Komentar oleh lily | 5 Agustus 2010 | Balas

  18. artikelnya sangat membantu.. izin copas ya..
    thanks a lot..

    Komentar oleh evan | 13 Mei 2009 | Balas

  19. Silahkan aja mas………

    Komentar oleh cnt-121 | 13 Mei 2009 | Balas

  20. Trims ya ka’…

    Komentar oleh Sam | 29 Mei 2009 | Balas

  21. makasih y……. buat wordpress………….

    karena saya dapat mencari tugas saya di situs ini ! sekali lagi thank”s………………

    Komentar oleh mikri | 1 Juni 2009 | Balas

  22. makasih ya mas artikelnya…… sudah mbantu tugas kuliah saya.. : )

    Komentar oleh aster | 2 Juni 2009 | Balas

  23. mas makasih yah artikel nya…
    sangat bermaanfaat buat tugas kuliah…

    numpang nyedot yah mas…

    Komentar oleh Alex | 4 Juni 2009 | Balas

  24. buat daya PLN 900 watt dengan pf 0,85 (asumsi) pasang kapasitor cukup 20 mikro Farad agar pf diantara 0,95 dan 1. tapi kalo beban yang lain juga reaktif ya perlu diperbesar lagi. semoga membantu hehehehe mumpung PLN lagi mogok ga mau menerima tambah daya, cara ini kemungkinan efektif ^.^

    Komentar oleh d | 18 Juni 2009 | Balas

  25. makasih banyak, nie sangat membantu w…

    Komentar oleh sahal | 19 Juli 2009 | Balas

  26. tks a lot for the information about capasitor. It helped me in doing my physics project in my school. May i ask u about how to meausure the capacity of a capasitor…

    Komentar oleh ardi prasetyo | 23 Juli 2009 | Balas

  27. Trims ya suatu saat kita berbagi….

    Komentar oleh bAIHAQI | 10 Agustus 2009 | Balas

  28. acik-acik dapet artikel badus, acih y…?

    Komentar oleh mahmudah | 18 Agustus 2009 | Balas

  29. bagus dan perlu

    Komentar oleh adikuncoro | 10 September 2009 | Balas

  30. hahahaha,,
    terima kasih banyak nie semua membantu w,,

    Komentar oleh manusia biasa | 19 Oktober 2009 | Balas

  31. Wew,
    makacih nie kk gua jdi dpt mengerjkan kliping gua,
    skli lage gua trimx tutorialx sngt lngkap w,,

    Komentar oleh bendol | 29 Oktober 2009 | Balas

  32. Terima kasih atas rangkumannya, saya sekarang jadi tahu tentang kapasitor

    Komentar oleh FIT BOY | 11 November 2009 | Balas

  33. cukup bagus…………
    tp krng lengkap!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Komentar oleh siswa | 18 November 2009 | Balas

  34. makasih om,,smoga jd amal ibadah anda.

    Komentar oleh septian | 19 November 2009 | Balas

  35. Saya punya VGA Card…
    Yang terdapat kurang lebih 9 Kapasitor…

    Dikarenakan satu hal…
    Sekarang Kondisinya menjadi 6 Kapasitor…
    3 kapasitor lepas…

    Tp anehnya saya masih dapat menggunakan VGA Tersebut…

    Pertanyaan saya :
    - Apa dengan tidak ada kapasitor ini, Kinerja atau VGA saya akan bermasalah suatu saat nanti… d
    - Apa saya bisa memasang kapasitor lain yg ukurannya sama tetapi bentuknya berbeda?

    Terima kasih atas perhatiannya.

    Komentar oleh abdi | 2 Desember 2009 | Balas

  36. KEERREENNN lengkap beeneerrr…
    thank ya tas informasinya
    ne sangat berguna bagi aku
    bybybybyby

    Komentar oleh ajiel | 15 Desember 2009 | Balas

  37. wuih..keren…
    btw mw tnya donk…
    Mainboard komp saia da yg blendung (hamil gtu)..

    tuh mmpngaruhi perform maonboard ga n perlu ga d’ganti n klo d’ganti,recomended tmpt untuk gnti kapasitor dmn yah…

    terima kasih…

    Komentar oleh suseno | 7 Januari 2010 | Balas

    • Mending cepat diganti saja mas jangan nunggu masalah yang lebih besar lagi. Kalau untuk kapasitor bisa di ganti sendiri dengan ukuran yang sama. Tetapi lebih baik lagi bawa saja ke service komputer.

      Komentar oleh cnt-121 | 7 Januari 2010 | Balas

  38. oke makasih y atas pemberitahuan’y..

    Komentar oleh suseno | 8 Januari 2010 | Balas

  39. thank u so much

    Komentar oleh tulus sihombing | 2 Maret 2010 | Balas

  40. pompa air sy kadang2 gak mau ngangkat hanya mendengung saja..? apakah itu di krnkan kapasitor yg sdh tdk bgs..? jika sy ganti dg farad yg lbh besar apakh bisa..? saat ini 14 farad.. terima kasih

    Komentar oleh ade nugroho | 7 April 2010 | Balas

    • Sebelum mengganti komponen coba periksa dulu hal-hal berikut karena ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan pompa tidak bisa mengangkat air, :
      1. Terjadi kebocoran seal pada rumah pompa tempat impeler (roda yang berbentuk sudu-sudu) berada
      2. Terjadi kebocoran pada pipa (PVC)
      3. Kotoran yang menyumbat saluran masuk atau malah masuk ke rumah impeler
      4. Putaran (RPM) impeler yang sudah berkurang. Hal ini bisa diakibatkan oleh kotoran yang menumpuk pada rumah impeler atau karat yang menyebabkan impeler terganggu geraknya, atau motor penggeraknya yang sudah melemah(ini baru ada hubungannya dengan kapasitor)

      Komentar oleh cnt-121 | 8 April 2010 | Balas

  41. bro, ane mau tanya nieh, klo elco dipasang untuk klakson motor ane gmn? apa suaraNy bisa Mendengung/dlm arti suaranya jd panjang dan diteruskan dengan suara yg semakin mengecil. klo lampu2 ane c dah dipakein elco semua. yg 25V 4700mikro farad. kira2 klo ane pasangin yg sma dengan ukuran elco lampu ane, gmn yah? thanks bngt bro. tlg kirim ke email ane jg yah. ekranoplane@yahoo.com

    Komentar oleh hendra | 10 Mei 2010 | Balas

  42. thnks.. so much

    Komentar oleh mameh2 | 16 Mei 2010 | Balas

  43. [...] Kapasitor [...]

    Ping balik oleh TUTORIAL KAPASITOR (KONDENSATOR) « Dewi178's Blog | 18 Mei 2010 | Balas

  44. ms aq mau tanya apa bedanya kapasitor non polat dengan jenis keramik

    Komentar oleh melky mel | 19 Mei 2010 | Balas

  45. Thanks atas penjelasannya. Saya agak lupa pelajaran elektro ini, maklum, waktu SMA, 16 tahun lalu. Kapasitor di Pompa air saya rusak pas Malam minggu. Cari ke 12 toko komponen, ngga ada yang jual 12,5 uF. Kebanyakan jual 10 & 8 uF. Mau coba yang 10 uF bisa ngga ya? Takut ngga narik :)

    Komentar oleh introzip | 6 Juni 2010 | Balas

  46. Makasih banget pas pertama sruh ngajar kapasitor untung ada materi nie…alhamdullilah makasih temen

    Komentar oleh PADMI | 26 Juli 2010 | Balas

  47. [...] Kapasitor [...]

    Ping balik oleh TUTORIAL « Hyperowdy's Blog | 27 Juli 2010 | Balas

  48. sy punya power supply yg kurang kekuatannya jdi adakah mgunakan kapasitor 2 farad misalnya mampu membantu power supply sy?. Makasih.

    Komentar oleh zai | 11 Oktober 2010 | Balas

  49. apa pengaruhnya bila kapasitor dipasang pada motor 3 pasa ? apakah bisa membuat motor jadi awet?

    Komentar oleh dandi | 24 Oktober 2010 | Balas

  50. terima kasih banyak..
    tulisan ini sangat membantu saya mengerjakan tugas,josshh..

    Komentar oleh titis lestyowati | 19 November 2010 | Balas

  51. kapasitor yang 80 mikr0 farad 250VAC rusak , aku ganti pake yg 100 mikro farad 250 VAC,tapi malah jebol,saya cari yang 80 Mf kaga ada di bandung tolong solusinya gimana?

    Komentar oleh wawan | 3 Januari 2011 | Balas

  52. sy ingin memasang kapasitor pada pusat instalasi rumah.Berapa seharusnya besaran kapasitor yang harus saya pasang?,sebagai pertimbangan MCB 4 amp.. besar pemakaian 600-700 watt…cocokkah kalau yg terpasang 8 milli faret… mohon penjelasannya
    terima kasih banyak

    Komentar oleh bangsawan | 7 Februari 2011 | Balas

  53. tolong tanya nih jika nilai kapasitor yang tertera 0.0027 berapa ya nilainya? apakah 0.0027 pF atau 2.7 pF?terima kasih sebelumnya.

    Komentar oleh yuwono | 14 Februari 2011 | Balas

  54. memahami kapasitor rumus ini bisa sebagai acuan:

    P = V x I x cos phi
    P=VA; V=volt; I=Amphere
    dan sesungguhnya VA bukan Watt, karena Watt=VA x cos phi
    kontrak PLN dengan kita pasti dalam satuan VA, misalnya 450VA, 900VA, 1300VA, bukan dalam satuan watt, karena cos phi listrik PLN tidak = 1.0
    VA sama dengan Watt bila cos phi=1, padahal cos phi PLN umumnya dibawah 1.

    kapasitor memperbaiki (menaikkan) nilai cos phi, sehingga pemakaian kapasitor sebenarnya hanya meng-optimalkan daya terpasang, seolah-olah “irit”; coba hitung besar mana amphere nya?
    misal 220 VA = 220 Volt x … A x 0.85
    A= 1.1, coba kalau cos phi nya baik hitungan nya menjadi 220 VA = 220 Volt x …A x 1; jadi A=1, yang dibaca kWH meter adalah A, semakain kecil A maka semakin irit, tapi ini hanya “seolah-olah”

    Komentar oleh Cha | 23 Februari 2011 | Balas

  55. permisi mau tanya,
    saya punya rangkaian led agar langsung dapat colok ke listrik rumah 220v.
    nah di rangkaian cuman ada resistor 1K@1watt, 25 led diseri dan 1 capasitor non polar 1uF@400v.
    pertanyaan saya, apa kapasitornya yang berfungsi menurunkan tegangan? atau bagaimana?
    mohon pencerahannya, terima kasih.

    Komentar oleh jalu wirawan | 21 Maret 2011 | Balas

  56. tahnks buat makalahnya gan . . .
    ta sedot ya .. ..
    aseeek

    Komentar oleh Newbie | 24 Mei 2011 | Balas

  57. Saya mau tanya!
    Klok dkapasitor tertulis 0.047
    Trus bwahnya da tulisan 100-
    Mbacanya gimana ya??
    Mohon dblz!!
    Trimz. . .

    Komentar oleh Bayu | 1 Juni 2011 | Balas

  58. siiipppppppppppppp………………….

    Komentar oleh toko_ketua_anbu | 19 Juni 2011 | Balas

  59. salam sejahtera gan ?
    ane mo tanya….
    kapasitor untuk menaikan cos phi pln biar bagus ukuranya brapa ya ? rumah ane pake listrik yg 1300 va,tp biaya listriknya kenapa boros banget ya(1 bulan : 150rb ),pdhl pemakaian ga banyak cm 4 lampu plc 11 watt,kipas 2,tv 14″ 1bh,kulkas 1pintu 1bh,rice cooker hidup 12jam
    tolong bantuanya gan biar bisa ngirit,makasih
    inbox ke email : eko_cahyo6871@yahoo.co.id

    Komentar oleh eko | 7 Agustus 2012 | Balas

  60. Gan,mau ulang permintaan tolong ane.Ukuran kapasitor pd rangkaian power supply raket nyamuk,biasanya nilai dan tahanannya berapa ya?Thanks,gan.

    Komentar oleh Sitorus Agus | 21 Agustus 2012 | Balas

  61. thanks dengan modul…nya. sangat bermaffat buat saya

    Komentar oleh ali | 12 September 2012 | Balas

  62. Your mode of telling all in this article is in fact good, all be able to easily know it,
    Thanks a lot.

    Komentar oleh electric fences and access control Broederstroom | 6 November 2012 | Balas

  63. mksh,bermanfaat sekali

    Komentar oleh imam | 10 Juli 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: