TUTORIAL

CNT-121-DH-TSM

Resistor

Resistor

  • Ringkasan Teori

Pada dasarnya semua bahan memiliki sifat resistif namun beberapa bahan seperti tembaga, perak, emas dan bahan metal umumnya memiliki resistansi yang sangat kecil. Bahan-bahan tersebut menghantar arus listrik dengan baik, sehingga dinamakan konduktor. Kebalikan dari bahan yang konduktif, yaitu bahan material seperti karet, gelas, karbon memiliki resistansi yang lebih besar menahan aliran elektron sehingga disebut sebagai isolator.

Resistor adalah komponen dasar elektronika yang selalu digunakan dalam setiap rangkaian elektronika karena bisa berfungsi sebagai pengatur atau untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Dengan resistor, arus listrik dapat didistribusikan sesuai dengan kebutuhan. Sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Ω (Omega).

Di dalam rangkaian elektronika, resistor dilambangkan dengan huruf “R“. Dilihat dari bahannya, ada beberapa jenis resistor yang ada dipasaran antara lain : Resistor Carbon, Wirewound, dan Metalfilm. Ada juga Resistor yang dapat diubah-ubah nilai resistansinya antara lain : Potensiometer, Rheostat dan Trimmer (Trimpot). Selain itu ada juga Resistor yang nilai resistansinya berubah bila terkena cahaya namanya LDR (Light Dependent Resistor) dan resistor yang nilai resistansinya akan bertambah besar bila terkena suhu panas yang namanya PTC (Positive Thermal Coefficient) serta resistor yang nilai resistansinya akan bertambah kecil bila terkena suhu panas yang namanya NTC (Negative Thermal Coefficient).

Untuk resistor jenis carbon maupun metalfilm biasanya digunakan kode-kode warna sebagai petunjuk besarnya nilai resistansi (tahanan) dari resistor. Resistor ini mempunyai bentuk seperti tabung dengan dua kaki di kiri dan kanan. Pada badannya terdapat lingkaran membentuk cincin kode warna, kode ini untuk mengetahui besar resistansi tanpa harus mengukur besarnya dengan ohmmeter. Kode warna tersebut adalah standar manufaktur yang dikeluarkan oleh EIA (Electronic Industries Association) seperti yang ditunjukkan pada tabel 1.1.

resistor2.jpg

Tabel 1.1 Nilai warna pada cincin resistor

Tabel Resistor
Besaran resistansi suatu resistor dibaca dari posisi cincin yang paling depan ke arah cincin toleransi. Biasanya posisi cincin toleransi ini berada pada badan resistor yang paling pojok atau juga dengan lebar yang lebih menonjol, sedangkan posisi cincin yang pertama agak sedikit ke dalam. Dengan demikian pemakai sudah langsung mengetahui berapa toleransi dari resistor tersebut. Kalau kita telah bisa menentukan mana cincin yang pertama selanjutnya adalah membaca nilai resistansinya.

Jumlah cincin yang melingkar pada resistor umumnya sesuai dengan besar toleransinya. Biasanya resistor dengan toleransi 5%, 10% atau 20% memiliki 3 cincin (tidak termasuk cincin toleransi). Tetapi resistor dengan toleransi 1% atau 2% (toleransi kecil) memiliki 4 cincin (tidak termasuk cincin toleransi). Cincin pertama dan seterusnya berturut-turut menunjukkan besar nilai satuan, dan cincin terakhir adalah faktor pengalinya.

Misalnya resistor dengan cincin kuning, violet, merah dan emas. Cincin berwarna emas adalah cincin toleransi. Dengan demikian urutan warna cincin resistor ini adalah, cincin pertama berwarna kuning, cincin kedua berwarna violet dan cincin ke tiga berwarna merah. Cincin ke empat yang berwarna emas adalah cincin toleransi. Dari tabel 1.1 diketahui jika cincin toleransi berwarna emas, berarti resistor ini memiliki toleransi 5%. Nilai resistansinya dihitung sesuai dengan urutan warnanya. Pertama yang dilakukan adalah menentukan nilai satuan dari resistor ini. Karena resistor ini resistor 5% (yang biasanya memiliki tiga cincin selain cincin toleransi), maka nilai satuannya ditentukan oleh cincin pertama dan cincin kedua. Masih dari tabel 1.1, diketahui cincin kuning nilainya = 4 dan cincin violet nilainya = 7. Jadi cincin pertama dan ke dua atau kuning dan violet berurutan, nilai satuannya adalah 47. Cincin ketiga adalah faktor pengali, dan jika warna cincinnya merah berarti faktor pengalinya adalah 100. Sehingga dengan ini diketahui nilai resistansi resistor tersebut adalah nilai satuan x faktor pengali atau 47 x 100 = 4700 Ohm = 4,7K Ohm (pada rangkaian elektronika biasanya di tulis 4K7 Ohm) dan toleransinya adalah + 5%. Arti dari toleransi itu sendiri adalah batasan nilai resistansi minimum dan maksimum yang di miliki oleh resistor tersebut. Jadi nilai sebenarnya dari resistor 4,7k Ohm + 5% adalah :

4700 x 5% = 235

Jadi,

Rmaksimum = 4700 + 235 = 4935 Ohm

Rminimum = 4700 – 235 = 4465 Ohm

Apabila resistor di atas di ukur dengan menggunakan ohmmeter dan nilainya berada pada rentang nilai maksimum dan minimum (4465 s/d 4935) maka resistor tadi masih memenuhi standar. Nilai toleransi ini diberikan oleh pabrik pembuat resistor untuk mengantisipasi karakteristik bahan yang tidak sama antara satu resistor dengan resistor yang lainnya sehingga para desainer elektronika dapat memperkirakan faktor toleransi tersebut dalam rancangannya. Semakin kecil nilai toleransinya, semakin baik kualitas resistornya. Sehingga dipasaran resistor yang mempunyai nilai toleransi 1% (contohnya resistor metalfilm) jauh lebih mahal dibandingkan resistor yang mempunyai toleransi 5% (resistor carbon)

­

Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resistor pada suatu rancangan selain besar resistansi adalah besar watt-nya atau daya maksimum yang mampu ditahan oleh resistor. Karena resistor bekerja dengan di aliri arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar :

rumus1.jpg

Semakin besar ukuran fisik suatu resistor, bisa menunjukkan semakin besar kemampuan disipasi daya resistor tersebut. Umumnya di pasar tersedia ukuran 1/8, 1/4, 1/2, 1, 2, 5, 10 dan 20 watt. Resistor yang memiliki disipasi daya maksimum 5, 10 dan 20 watt umumnya berbentuk balok memanjang persegi empat berwarna putih, namun ada juga yang berbentuk silinder dan biasanya untuk resistor ukuran besar ini nilai resistansi di cetak langsung dibadannya tidak berbentuk cincin-cincin warna, misalnya 100Ω5W atau 1KΩ10W.

Dilihat dari fungsinya, resistor dapat dibagi menjadi :

  • Resistor Tetap (Fixed Resistor)

Yaitu resistor yang nilainya tidak dapat berubah, jadi selalu tetap (konstan). Resistor ini biasanya dibuat dari nikelin atau karbon. Berfungsi sebagai pembagi tegangan, mengatur atau membatasi arus pada suatu rangkaian serta memperbesar dan memperkecil tegangan.

  • Resistor Tidak Tetap (variable resistor)

Yaitu resistor yang nilainya dapat berubah-ubah dengan jalan menggeser atau memutar toggle pada alat tersebut, sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai dengan kebutuhan. Berfungsi sebagai pengatur volume (mengatur besar kecilnya arus), tone control pada sound system, pengatur tinggi rendahnya nada (bass/treble) serta berfungsi sebagai pembagi tegangan arus dan tegangan.

  • Resistor NTC dan PTC.

NTC (Negative Temperature Coefficient), yaitu resistor yang nilainya akan bertambah kecil bila terkena suhu panas. Sedangkan PTC (Positive Temperature Coefficient), yaitu resistor yang nilainya akan bertambah besar bila temperaturnya menjadi dingin.

  • Resistor LDR

LDR (Light Dependent Resistor) yaitu jenis resistor yang berubah hambatannya karena pengaruh cahaya. Bila terkena cahaya gelap nilai tahanannya semakin besar, sedangkan bila terkena cahaya terang nilainya menjadi semakin kecil.

  • Rangkaian Resistor

Dalam praktek para desainer kadang-kadang membutuhkan resistor dengan nilai tertentu. Akan tetapi nilai resistor tersebut tidak ada di toko penjual, bahkan pabrik sendiri tidak memproduksinya. Solusi untuk mendapatkan suatu nilai resistor dengan resistansi yang unik tersebut dapat dilakukan dengan cara merangkaikan beberapa resistor sehingga didapatkan nilai resistansi yang dibutuhkan. Ada dua cara untuk merangkaikan resistor, yaitu :

1. Cara Serial

2. cara Paralel

Rangkaian resistor secara serial akan mengakibatkan nilai resistansi total semakin besar.

Di bawah ini contoh resistor yang dirangkai secara serial.

Rangkaian Serial

Pada rangkaian resistor serial berlaku rumus :

rumus2.jpg

Sedangkan rangkaian resistor secara paralel akan mengakibatkan nilai resistansi pengganti semakin kecil.

Di bawah ini contoh resistor yang dirangkai secara paralel

Rangkaian Paralel

Pada rangkaian resistor paralel berlaku rumus :

rumus3.jpg

3. Nilai-nilai standar resistor

Tidak semua nilai resistansi tersedia di pasaran. Tabel 1.2 adalah contoh tabel nilai resistansi resistor standard yang beredar dipasaran. Data mengenai resistor yang ada di pasaran bisa didapat dari Data Sheet yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat resistor.

Nilai Resistor

Di bawah ini beberapa rumus (Hukum Ohm) yang sering dipakai dalam perhitungan elektronika :

Hukum Ohm

Di mana :

V = tegangan dengan satuan Volt

I = arus dengan satuan Ampere

R = resistansi dengan satuan Ohm

P = daya dengan satuan Watt

Konversi satuan :

1 Ohm = 1 Ω

1 K Ohm = 1 K Ω

1 M Ohm = 1 M Ω

1 K Ω = 1.000 Ω

1 M Ω = 1.000 K Ω

1 M Ω = 1.000.000 Ω

(M = Mega (106); K = Kilo (103)

DOWNLOAD


13 November 2007 - Posted by | Elektronika

26 Komentar »

  1. fren resistor yang dipasaran, yang dikenal R12 tu yang gimana?
    aku agak lupa
    1
    1,2
    2
    2,2
    3,3
    4,8
    5,6 …………………
    plis kasi tau aku y…..
    aku masih skul di smk…..

    Komentar oleh yusuf | 2 Juni 2008 | Balas

  2. Kalo R12 itu = 12 ohm, tapi coba lihat lagi di skemanya, bisa saja R12 itu merupakan nomor urut dari resistor yang di pasang pada skema dan saya cenderung kalo R12 yang dimaksud itu merupakan nomor urut bukan ukuran besarnya resistansi, sedangkan ukuran resistansinya biasanya ada pada keterangan di bawah skemanya.
    Misalnya : R12 = 100 ohm atau ukuran yang lainnya.

    Komentar oleh cnt-121 | 2 Juni 2008 | Balas

  3. tolong saya minta data sheet untuk resistor lengkap dengan nilai dari yang terkeci sampai yang terbesar lengkap dengan nilai dayanya(watt). terima kasih. dengan adanya situs ini mudah2an kesulitan saya bisa trebantu. terima kasih

    Komentar oleh eko yulianto | 17 Juli 2008 | Balas

  4. cariin dong makalah tentang resistor

    Komentar oleh surya | 23 September 2008 | Balas

  5. coba jawab yak wat yusuf.
    tapi kalo salah tolong di revisi.
    kemungkinan jenis R12 itu adalah resistor yang berjenis campuran karbon.

    10
    12
    15
    18
    22
    27
    33
    39
    47
    51
    56
    68
    75
    82
    jadi nilai resistor jenis ini mempunyai irama nilai harganya seperti diatas. gak akan ada bila kita cari rsistor jenis ini yang bernilai 90. jadi angka2 di atas adalah patokan nilai Resistor jenis ini.

    Komentar oleh yayank atem | 22 November 2008 | Balas

  6. sory ralat. maksudnya resistor selaput kiarbon.

    Komentar oleh yayank atem | 22 November 2008 | Balas

  7. asalamualaikum situs ini bagus untuk belajar

    Komentar oleh muhammad wahyudi | 2 Desember 2008 | Balas

  8. gambar simbol resistor paralel & seri apaan ?

    Komentar oleh ade | 9 Desember 2008 | Balas

  9. mas klo r4.7 trus 3.9 nilainya dibaca gimana yach???

    Komentar oleh tommy | 5 Mei 2009 | Balas

  10. R4.7 = 4,7 ohm dan 3.9 = 3,9 ohm

    Komentar oleh cnt-121 | 5 Mei 2009 | Balas

  11. gimana cara nentuin satuan rasistor ?
    maksudnya dr apanya kita tahu klu itu ohm,kiloohm,mega

    Komentar oleh ienthan | 16 September 2009 | Balas

    • Mas belajar dulu satuan
      1 Kilo Ohm = 1.000 Ohm
      1 Mega Ohm = 1.000.000 Ohm
      Jadi kalau ada resistor dengan besaran 4700 Ohm itu artinya sama dengan 4,7 Kilo Ohm atau biasa disingkat jadi 4k7.
      atau contoh dibawah ini :
      1.000.000 Ohm = 1.000 Kilo Ohm = 1 Mega Ohm

      Komentar oleh cnt-121 | 16 September 2009 | Balas

  12. Makasih banyak ya atas infonya…

    ini sungguh membantu saya dalam membuat makalah perkuliahan saya…
    sekali lagi terimakasih…^_^.

    Komentar oleh ivand | 18 Mei 2010 | Balas

  13. saya punya resistor batu, yang berwarna putih berbentuk balok. di atasnya terdapat kode 5W3R3K, ada juga satu yang kodenya 5W3K3J. bisa tdk, beri tahu saya berapa nilai hambatannya. makasih sebelumnya ya. mudah-mudahan ilmunya bermanfaat

    Komentar oleh F41-11402198815L4M | 28 Juli 2010 | Balas

    • 5W3R3K = 5 Watt 3,3 Ohm tolernsi +/- 10%
      5W3K3J = 5 Watt 3,3 KOhm toleransi +/- 5%

      3R3 = 3,3 Ohm
      3K3 = 3,3 KOhm

      Kode Toleransi :
      F = +/- 1%
      G = +/- 2%
      J = +/- 5%
      K = +/- 10%
      M = +/- 20%

      Komentar oleh cnt-121 | 29 Juli 2010 | Balas

      • Ternyata anda betul, akhirnya TVnya bagus. Makasih banyak ya cnt-121. Tau ngak, dari 2 toko dan teman saya, semuanya bilang kalo resistor 5W3R3K dengan 5W3K3J itu semuannya 3,3 kOhm. Karena ngak tahu, jadi saya pasang aja di TV. Akibatnya TVnya ngak bisa nyala, karena nilainya kebesaran di resistor 5W3R3K yang sebenarnya 3,3 Ohm. Mudah-mudah Allah SWT membalas kebaikan anda. Anda berhak mendapatkan bintang.

        Komentar oleh F41-11402198815L4m | 17 Agustus 2010

  14. Amiien……

    Komentar oleh cnt-121 | 17 Agustus 2010 | Balas

  15. Artikel yang sangat bagus, ijin copas utk dimasukkan blog saya krn materinya hampir sama dgn blog saya. Ditunggu kunjungan baliknya, terimakasih

    Komentar oleh training center | 5 Oktober 2010 | Balas

  16. bos makasih banyak ya, dengan ini saya jadi tahu lebih tentang resistor, kapan-kapan kupas tentang mikrokontroller ya, terutama dengan chip ATmegaxxxx…. and

    semoga blogs ini memjadi inspirasi buat kita smua

    Komentar oleh @adhireza | 10 Maret 2011 | Balas

  17. mat mlam bro,,,
    bisa bantu aku g,,,
    gini, aku kan punya lampu yang menggunakan daya 2 buah baterai besar, terus aku mau mengganti daya yang di pakai menggunakan aki uk 12 A. setau saya kan kalau langsung di sambungkan pasti lampu tersebut akan putus. bisa di sambungkan tp menggunakan resistor. kra ada saran g, resistor seperti apa yang bisa saya pakai supaya lampu tersebut tdk putus.
    mohon bantuannya,,,,,

    Komentar oleh putrawan | 10 Maret 2011 | Balas

    • pake rumus pembagi teganggan

      Komentar oleh de | 21 April 2011 | Balas

  18. Thx gan,,, kasih tw caranya mengetahui sebuah resistor berapa tegangannya gmna nih..?? bingung…

    Komentar oleh chexel | 14 Maret 2011 | Balas

  19. cara mengethui besar niai resistor mislnya 1 ohm atau 1k itu bgmn?trm ksh

    Komentar oleh suarlindani | 3 April 2011 | Balas

  20. saya punya senter pakai baterai biasa 2.lamou led nya ada 5.kalau saya pakaikan aki 12v,bagaimana caranya.
    thanks

    Komentar oleh hamdani | 3 Mei 2011 | Balas

  21. saya coba bantu buat hamdani, tp klo salah mohon dijewer.

    klo mau ganti sumber daya utk lampu led dari 2 buah baterai (3v) menjadi pake aki (12v / 13.4v) bisa dgn byk cara, diantaranya yg paling mudah memakai rangkaian paralel (seperti rangkaian asli lampunya yg sdh pasti paralel) tp tiap kaki led kutub positif ditambah resistor 1k ohm pake yg 1/4 watt aja sdh cukup. dgn cara seperti ini anda bahkan bebas mau menambah jumlah led sesuka hati.

    Komentar oleh nyp | 11 Juni 2011 | Balas

  22. Cara baca tabel ukuran resistor itu gimana gan? misalnya 6R8 itu artinya apa?

    Komentar oleh Apri Hananto | 5 November 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: